Doa Persiapan

Doa di halaman 134 dari buku Spiritualitas Darah Mulia


Bahan Doa

Yohanes 13:21-33; 36-38
Kehadiran Maria di kaki salib Yesus sebagai tanda kesetiaan dan kasih yang tak tergoyahkan. Ia tidak meninggalkan Puteranya saat menderita, tetapi justru hadir pada momen paling pedih dalam hidup-Nya. Dalam tradisi Katolik, saat Yesus menyerahkan Maria kepada murid yang dikasihi-Nya, Ia sekaligus menyerahkan Maria sebagai Bunda rohani bagi seluruh umat manusia. Warisan dari salib ini bukan sekadar bentuk kasih Yesus kepada ibu-Nya, melainkan pewahyuan penuh dari kebundaan Maria terhadap Gereja dan seluruh manusia—yang bersumber dari misteri Paska.

Jalan Tuhan yang tak Terbayangkan
Paus Fransiskus menekankan bahwa cara Tuhan bekerja sering kali melampaui logika dan rencana manusia. Ia mengajak kita untuk mempercayai bahwa bahkan dalam situasi yang tampak membingungkan atau tidak masuk akal, Tuhan tetap hadir dan berkarya dengan kasih yang setia. Paus menyoroti bahwa iman sejati tumbuh ketika kita berani melangkah di jalan yang tidak kita pahami sepenuhnya, namun tetap percaya bahwa Tuhan menuntun. Ia mengajak kita untuk tidak takut akan ketidakpastian, karena justru di sanalah harapan dan sukacita sejati bisa ditemukan—bukan karena semuanya jelas, tetapi karena kita tahu kepada siapa kita mempercayakan hidup.

Peran Gereja dalam Roh Kudus dan dengan Penyertaan Bunda Maria
Peranan Bunda Maria sangatlah mendalam dan sentral dalam spiritualitas ADM. Sebagai Bunda Penebus, Maria dipandang sebagai teladan kesetiaan, ketaatan, dan pengorbanan yang menyatu erat dengan misi penebusan Kristus—misi yang juga dihayati oleh para suster ADM dalam hidup dan karya mereka.



Rahmat yang dimohon

Meneladan Bunda Maria dalam kesetiaan, keberanian, dan pengabdian penuh kasih dalam karya penebusan Kristus, agar hidupku menjadi saluran kasih dan harapan bagi sesama.


Refleksi Doa

1. Sudahkah aku membuka hatiku untuk mencintai dan melayani seperti Maria—dengan kesetiaan dalam penderitaan, keheningan dalam doa, dan kasih dalam setiap pengorbanan kecil?

2. Apakah aku sungguh percaya bahwa Tuhan tetap bekerja dalam hidupku, bahkan saat jalan-Nya terasa membingungkan dan tak masuk akal?

3. Bagaimana aku menanggapi undangan Tuhan untuk tetap melangkah dengan iman, ketika arah hidupku tampak jauh dari apa yang aku rencanakan?


Sharing Kelompok

Berbagi hidup dan buah-buah rohani membuka jalan bagi Roh Kudus - yang terus berbicara kepada kita - melalui kata-kata orang lain dan bahkan melalui kata-kata yang kita ucapkan. Hal ini juga merupakan latihan membangun ikatan dalam komunitas.

Kuncinya adalah mendengarkan dengan penuh perhatian dan rasa hormat terhadap apa yang diceritakan atau dibagikan. Menerima apa yang dikatakan dengan rasa syukur, tanpa menghakimi, mengomentari atau menilainya. Setiap pengalaman itu berharga.


Janganlah kita menyesatkan diri sendiri.