Doa Persiapan
Doa di halaman 134 dari buku Spiritualitas Darah Mulia
Bahan Doa
Matius 13: 53 - 58
Setelah mengajar dengan perumpamaan, Yesus kembali ke kampung halamannya di Nazaret dan mengajar di rumah ibadat. Orang-orang takjub akan hikmat dan kuasa-Nya, tetapi mereka meragukan-Nya karena mengenal latar belakang-Nya sebagai “anak tukang kayu.” Karena mereka menilai berdasarkan asal-usul-Nya, mereka menolak-Nya. Yesus pun berkata bahwa seorang nabi tidak dihormati di tempat asalnya sendiri. Akibat ketidakpercayaan mereka, Ia tidak melakukan banyak mukjizat di sana.
Bebas dari Kesedihan
Paus Fransiskus menggaris bawahi akan peran Roh Kudus sebagai sumber kekuatan dan penghiburan sejati dalam menghadapi penderitaan dan ketakutan. Dengan meneladani para murid yang awalnya takut namun kemudian dipenuhi keberanian setelah menerima Roh Kudus, kita diajak untuk membuka hati terhadap karya-Nya yang membebaskan. Gereja yang hidup adalah Gereja yang berani, yang tidak terjebak dalam pesimisme, tetapi terus bergerak membawa harapan dan kasih Kristus ke tengah dunia.
Pembentukan Kehendak dan Perbuatan
Orang kerap menggunakan kelemahan fisik atau penyakit sebagai alasan untuk menghindar dari kerja keras, padahal akar persoalannya sering kali adalah kelemahan moral dan kehendak yang rapuh. Kelemahan ini membuat seseorang mudah terjebak dalam penderitaan batin, dikuasai oleh angan-angan, kemurungan, dan pikiran yang tidak terarah. Akibatnya, mereka kehilangan semangat, keberanian, dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Hanya dengan membentuk kehendak yang kuat, seseorang dapat keluar dari kondisi jiwa yang tertekan dan kembali meraih keteguhan serta kemenangan diri.
Rahmat yang dimohon
Memiliki hati yang percaya dan terbuka, agar aku tidak menolak kehadiran dan karya Tuhan hanya karena terbiasa atau terlalu mengenal bentuk-Nya yang sederhana.
Refleksi Doa
1. Apakah aku masih mampu melihat kehadiran Tuhan dalam hal-hal yang biasa—dalam orang-orang terdekat, dalam tugas yang sederhana, ataukah aku hanya mencari-Nya dalam hal yang luar biasa?
2. Apakah aku membiarkan kesedihan membungkam harapanku, ataukah aku membuka diri agar Tuhan mengubah luka hatiku menjadi sukacita yang menguatkan?
3. Bagaimana kongregasiku menerima kelemahan dan kegagalanku? Pantaskah aku bersyukur dengan kongregasi yang sungguh baik bagiku dan apa balasanku?
Sharing Kelompok
Berbagi hidup dan buah-buah rohani membuka jalan bagi Roh Kudus - yang terus berbicara kepada kita - melalui kata-kata orang lain dan bahkan melalui kata-kata yang kita ucapkan. Hal ini juga merupakan latihan membangun ikatan dalam komunitas.
Kuncinya adalah mendengarkan dengan penuh perhatian dan rasa hormat terhadap apa yang diceritakan atau dibagikan. Menerima apa yang dikatakan dengan rasa syukur, tanpa menghakimi, mengomentari atau menilainya. Setiap pengalaman itu berharga.
jika Gereja hidup, ia harus selalu mengejutkan.