Doa Persiapan

Doa di halaman 134 dari buku Spiritualitas Darah Mulia


Bahan Doa

Yohanes 21: 1 - 14
Yesus menampakkan diri kepada para murid di pantai Danau Tiberias setelah kebangkitan-Nya. Para murid, termasuk Petrus, sedang memancing tetapi tidak menangkap apa pun. Yesus, yang awalnya tidak mereka kenali, menyuruh mereka menebarkan jala ke sisi kanan perahu—dan mereka mendapat banyak ikan. Saat itu, murid yang dikasihi Yesus menyadari bahwa itu adalah Tuhan. Petrus segera melompat ke danau untuk menghampiri-Nya. Di darat, Yesus telah menyiapkan sarapan dan mengundang mereka makan bersama.

Rahmat Tersenyum
Paus Fransiskus menyoroti nilai ketenangan yang dijalani secara sadar sebagai bentuk kebebasan sejati. Orang yang berhenti mengejar hal-hal yang tak perlu akan lebih mampu menikmati hal-hal sederhana dan menemukan kegembiraan dalam relasi, pelayanan, seni, alam, dan doa. Ketenangan ini mengurangi kecemasan dan membuka pintu terhadap kemungkinan hidup yang lebih kaya makna.



Rahmat yang dimohon

Meneladan Bunda Maria dalam kesetiaan, keberanian, dan pengabdian penuh kasih dalam karya penebusan Kristus, agar hidupku menjadi saluran kasih dan harapan bagi sesama.


Refleksi Doa

1. Di manakah aku paling sering gagal mengenali kehadiran Yesus dalam keseharian hidupku, dan apakah aku masih memiliki kerinduan untuk ‘melompat’ seperti Petrus demi mendekati-Nya kembali?

2. Apakah aku menjaga harapan sebagai kekuatan pendorong dalam hidupku, atau apakah aku membiarkannya redup oleh solusi instan yang ditawarkan dunia?

3. Bagaimana aku dapat lebih fokus pada proses pertumbuhan yang ditawarkan waktu, daripada terjebak dalam ruang yang membatasi kemajuan?


Sharing Kelompok

Berbagi hidup dan buah-buah rohani membuka jalan bagi Roh Kudus - yang terus berbicara kepada kita - melalui kata-kata orang lain dan bahkan melalui kata-kata yang kita ucapkan. Hal ini juga merupakan latihan membangun ikatan dalam komunitas.

Kuncinya adalah mendengarkan dengan penuh perhatian dan rasa hormat terhadap apa yang diceritakan atau dibagikan. Menerima apa yang dikatakan dengan rasa syukur, tanpa menghakimi, mengomentari atau menilainya. Setiap pengalaman itu berharga.


Janganlah kita menyesatkan diri sendiri.