Doa Persiapan
Doa di halaman 134 dari buku Spiritualitas Darah Mulia
Bahan Doa
Lukas 5:12-16
Kabar tentang Yesus semakin tersebar luas, dan banyak orang datang untuk mendengar-Nya dan disembuhkan. Namun, Yesus sering mengundurkan diri ke tempat sunyi untuk berdoa. Tiga hal penting: iman yang tulus, belas kasih Yesus, dan pentingnya kehidupan doa.
Lukas 6:12-19
Doa sebagai fondasi keputusan besar, Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih dua belas rasul. Ini menunjukkan bahwa keputusan penting dalam hidup sebaiknya dilandasi oleh hubungan yang mendalam dengan Allah. Doa bukan sekadar rutinitas, tapi sarana untuk menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak-Nya
Yohanes 6: 25 - 59
Yesus mengajak mereka (dan kita) untuk berhenti bersungut-sungut dan mulai membuka hati terhadap kebenaran yang lebih dalam. Orang banyak mencari Yesus karena mereka kenyang setelah mukjizat roti dan ikan. Ini motivasi yang salah. Tapi Yesus menegur mereka: “Kamu mencari Aku bukan karena melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (ayat 26). Ia mengajak mereka untuk mencari makanan yang tidak binasa—yaitu kehidupan kekal.
Rahmat yang dimohon
Mengenali kehadiran dan merasakan karya Tuhan dalam hidup-perutusanku serta mensyukurinya secara mendalam.
Refleksi Doa
1. Setelah bekerja berat, mari kita bersama Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Kita bayangkan duduk diam dan tenang bersama Yesus. Ku rasakan hal yang membebaniku dan aku berdoa agar bebannya berkurang in nomine Domini.
2. Apa yang kurasakan dalam hening bersama Yesus. Ia mengatakan apa saja kepadaku?
3. Yesus berdoa semalam-malaman, tanda Ia berserah kepada Bapa. Bagaimana dengan kita, bagaimana doa-doa kita?
4. Yesus tentu saja punya keahlian untuk mengajar, menyembuhkan, dll. Tapi ia tetap meminta rahmat dari Allah. Apakah aku selalu meminta rahmat-Nya untuk pekerjaan dan pelayananku saat ini?
5. Apakah energi untuk berkarya dan melayani sesama berasal dari Yesus, sang Roti Hidup?
6. Apakah saya masih bersungut-sungut?
Sharing Kelompok
Berbagi pengalaman dan buah-buah rohani membuka jalan bagi Roh Kudus - yang terus berbicara kepada kita - melalui kata-kata orang lain dan bahkan melalui kata-kata yang kita ucapkan. Hal ini juga merupakan latihan membangun ikatan dalam komunitas.
Kuncinya adalah mendengarkan dengan penuh perhatian dan rasa hormat terhadap apa yang diceritakan atau dibagikan. Menerima apa yang dikatakan dengan rasa syukur, tanpa menghakimi, mengomentari atau menilainya. Setiap pengalaman itu berharga.
Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa